Rabu, 15 Maret 2023 11:32:23 WIB
Pasar Eropa Gemari Jamur Morchella Asal Tiongkok
Ekonomi
Eko Satrio Wibowo
Jamur Morchella Tiongkok (cctvplus)
Chengdu, Radio Bharata Online - Suatu jenis jamur yang dapat dimakan, yang ditanam di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, barat daya Tiongkok, sekarang banyak diminati di pasar Eropa. Hal itu terjadi karena petani lokal telah memperbaiki teknik budidaya mereka untuk meningkatkan produksi.
Chinese Morchella, yang biasanya terlihat di alam liar, juga bisa ditanam dan tumbuh di rumah kaca di pedesaan. Saat musim semi tiba, panen jamur pun dimulai.
Di area penanaman Morchella di Kabupaten Jintang di pinggiran Chengdu, para petani yang kini menantikan untuk memanen lebih dari 270 hektar morchella tahun ini melihat bisnis jamur yang dapat dimakan sebagai salah satu pilar ekonomi kabupaten, terutama setelah peningkatan teknologi pertanian yang relevan.
"Kami telah menanam Morchella selama lebih dari sepuluh tahun. Teknologinya pada awalnya belum matang. Terkadang tidak ada panen, tetapi sekarang kami dapat menyesuaikan suhu, kelembapan, dan bahkan angin di rumah kaca melalui pengalaman kami, dan hasil dari setiap rumah kaca stabil pada setengah ton dalam beberapa tahun terakhir," ujar Duan Kaixun, seorang petani Morchella setempat.
Saat ini, ekspor produk jamur semacam itu di Tiongkok telah mencapai lebih dari setengah pasar global untuk Morchella yang dibudidayakan. Di Eropa, misalnya, di mana konsumen menyukai Morchella Tiongkok karena rasanya yang mirip dengan yang liar. Morchella kering dapat dijual seharga 160 dolar AS per kilogram.
"Kami mengekspor Morchella ke 32 negara dan wilayah di seluruh dunia, termasuk Prancis dan Jerman. Rasa Morchella di rumah kaca ini sangat mirip dengan ras liar, sehingga sangat populer di Eropa," kata Zeng Linglai, wakil manajer umum Sichuan Quality Argo Products.
Menurut petani setempat, mereka telah menanam jamur sejak tahun 1980-an yang mencakup lebih dari 30 ras berbeda.
Wilayah ini sekarang menghasilkan sekitar 30 persen dari total produk Morchella yang dapat dimakan di negara tersebut. Selain itu, Morchella dari 10 provinsi lebih, seperti Shaanxi di barat laut Tiongkok, Guizhou di barat daya Tiongkok, dan Fujian di timur Tiongkok, dikemas dan diperdagangkan di Chengdu karena rantai industrinya yang lengkap dan keunggulan biayanya.
Setelah proses awal, seperti penyortiran dan pengeringan, Morchella akan diproses lebih lanjut berdasarkan kebutuhan khusus pembeli, karena pelanggan Eropa cenderung lebih menyukai jamur berukuran kecil sedangkan yang lebih besar disukai di pasar domestik.
"Orang-orang lebih baik sekarang, dengan daya beli yang lebih besar. Mereka cenderung membeli Morchellas terbesar, dan saya rasa mereka juga memiliki rasa yang terbaik," kata Wang Yougshu dari Huixin Edible Mushroom Company.
Wang juga mengatakan bahwa permintaan Morchella telah melebihi pasokan selama bertahun-tahun, dan mereka berharap skala operasi mereka di sini dapat segera membantu memenuhi permintaan tersebut.
Komentar
Berita Lainnya
Investasi Banyak Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius Ekonomi
Selasa, 4 Oktober 2022 18:8:39 WIB
Perdagangan Jerman mengalahkan ekspektasi pada Agustus , meski ekonomi melambat Ekonomi
Rabu, 5 Oktober 2022 18:2:24 WIB
Krisis Ekonomi 1997 Kembali Bayangi Asia Ekonomi
Kamis, 6 Oktober 2022 13:29:54 WIB
Pakar: Tren konsumsi sehat mencerminkan kepercayaan konsumen yang kuat Ekonomi
Jumat, 7 Oktober 2022 19:14:0 WIB
Perkiraan uang penjualan pembuat chip TSMC, persaingan melambat Ekonomi
Jumat, 7 Oktober 2022 19:44:54 WIB
Mentan-Menkeu G20 & Bank Dunia Kumpul di AS, Cari Solusi Atasi Krisis Pangan Ekonomi
Rabu, 12 Oktober 2022 9:9:53 WIB
Lebih dari Setengah Mobil Baru akan Menggunakan Listrik pada Tahun 2025 Ekonomi
Kamis, 13 Oktober 2022 21:21:32 WIB
Tibet Melihat Pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi Tahunan Dua Digit Ekonomi
Kamis, 13 Oktober 2022 21:23:14 WIB
Gara-gara Hujan, Petani Risau Harga Cabai dan Beras Naik Ekonomi
Sabtu, 15 Oktober 2022 8:37:6 WIB
PLN: Infrastruktur Listrik Kereta Cepat Rampung Juni 2023 Ekonomi
Sabtu, 15 Oktober 2022 8:43:54 WIB
Antisipasi Resesi Gelap, Sandiaga Uno: Perkuat UMKM dan Kolaborai Ekonomi
Minggu, 16 Oktober 2022 18:8:23 WIB
Huawei akan mendirikan pusat layanan cloud Eropa pertama di Irlandia Ekonomi
Kamis, 20 Oktober 2022 10:1:4 WIB
14 Negara Tandatangani 100 Kerja Sama Dagang dengan Indonesia Ekonomi
Kamis, 20 Oktober 2022 15:36:8 WIB
Sri Mulyani Pede Ekonomi RI Tembus 5,5 Persen pada Kuartal III 2022 Ekonomi
Sabtu, 22 Oktober 2022 11:45:9 WIB