Selasa, 5 September 2023 10:41:45 WIB

Produk Tiongkok Jadi Semakin Populer di Kazakhstan
Ekonomi

Eko Satrio Wibowo

banner

Penerjemah bahasa Mandarin Kazakhstan, Rashitkhanova Shakhnoz (CMG)

Alma-Ata, Radio Bharata Online - Produk buatan Tiongkok menjadi semakin populer di pasar Kazakhstan. Pasalnya, kedua negara tengah menikmati kerja sama yang lebih erat di bawah Prakarsa Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI) dan mencapai tingkatan baru dalam volume perdagangan bilateral mereka.

Tiongkok dan Kazakhstan adalah mitra strategis yang komprehensif permanen dan Kazakhstan juga merupakan tempat pertama kali BRI diusulkan. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara telah bergerak untuk memperkuat kerja sama BRI yang bermanfaat bagi kedua negara.

Pada paruh pertama tahun ini, Tiongkok tetap menjadi mitra dagang penting Kazakhstan, dengan perdagangan bilateral meningkat lebih dari 20 persen.

Penerjemah bahasa Mandarin Kazakhstan, Rashitkhanova Shakhnoz, mulai belajar bahasa Mandarin pada usia 15 tahun dan menyelesaikan pendidikannya di Kota Chongqing, barat daya Tiongkok. Ia mengatakan kepada China Global Television Network (CGTN) bahwa China Town di Alma-Ata, Kazakhstan, adalah salah satu tempat favoritnya untuk berbelanja.

"Porselen Tiongkok sangat disambut baik di sini. Sebagian besar peralatan makan porselen ini diimpor dari Tiongkok karena Kazakhstan tidak memproduksinya," katanya.

Alma-Ata, kota terbesar di Kazakhstan, hanya berjarak sekitar 300 kilometer dari Daerah Otonomi Xinjiang Uygur di Tiongkok. Ini menyebabkan preferensi makanan di kedua tempat itu mirip. Itulah mengapa bahan-bahan masakan Tiongkok menjadi salah satu makanan terlaris di sana.

"Saya lahir di Xinjiang, Tiongkok, dan saya merindukan cita rasa makanan yang saya makan saat kecil. Ada berbagai macam bumbu untuk makanan Tiongkok di sini," kata salah satu pelanggan.

Selain makanan, produk elektronik juga diterima dengan baik di kalangan konsumen di Alma-Ata. Statistik Kazakhstan menunjukkan bahwa produk elektronik menduduki peringkat teratas dalam daftar ekspor Tiongkok ke negara tersebut.

"Sepeda listrik dari Tiongkok telah disambut baik oleh para kurir kami sejak pandemi. Sebelumnya, banyak dari mereka yang melakukan pengiriman hanya dengan berjalan kaki," kata Shakhnoz.

Dekorasi untuk Hari Natal juga memakan tempat yang luas di supermarket lokal. Data resmi menunjukkan bahwa hampir 80 persen produk bertema Natal di dunia berasal dari Tiongkok.

"Saya mendekorasi rumah saya dengan produk-produk ini. Harganya murah dan berkualitas bagus," kata seorang pelanggan.

Menurut data dari Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok, perdagangan barang antara kedua negara mencapai rekor tertinggi 31,17 miliar dolar AS (sekitar 475 triliun rupiah) tahun lalu, dengan pertumbuhan tahun ke tahun hampir 23,6 persen.

Komentar

Berita Lainnya

Krisis Ekonomi 1997 Kembali Bayangi Asia Ekonomi

Kamis, 6 Oktober 2022 13:29:54 WIB

banner