Rabu, 19 Maret 2025 16:38:41 WIB

Tiongkok Menggeser Posisi AS dan Negara-Negara Barat dalam Teknologi Militer Global
Teknologi

OPINI/Muhammad Rizal Rumra

banner

Ilustrasi

Tiongkok, negara yang selama bertahun-tahun dianggap tertinggal dalam pengembangan teknologi hipersonik, kini telah membuktikan kemampuannya dengan menciptakan mesin hipersonik yang mampu terbang dengan kecepatan hingga Mach 16 atau 16 kali kecepatan suara yakni sekitar 20.000 km/jam, yang dapat mengelilingi dunia hanya 2 jam.

Keberhasilan ini bukan hanya menandakan pencapaian teknologi yang luar biasa, tetapi juga menjadi indikator jelas bahwa Tiongkok telah berhasil melampaui Amerika Serikat dan negara-negara Barat dalam perlombaan teknologi militer global. Lantas, bagaimana perjalanan panjang Tiongkok dalam mengembangkan teknologi hipersonik? Apa keunggulan dari teknologi hipersonik Tiongkok, dan dampaknya terhadap posisi Tiongkok di panggung global terutama dengan Amerika Serikat dan Negara-negara Barat?.

Sebelumnya perlu diketahui, bahwa mesin hipersonik adalah kendaraan atau senjata yang dapat terbang dengan kecepatan lebih dari Mach 5 atau 5 kali kecepatan suara yakni sekitar 6.200 km/jam. Kecepatan ini jauh melebihi pesawat supersonik biasa yang hanya dapat terbang pada Mach 2 hingga Mach 3.

Lebih jauh lagi, mesin hipersonik ini mampu melampaui kecepatan peluru kendali konvensional sehingga menimbulkan tantangan besar dalam pengembangan bahan dan teknologi yang mampu bertahan dalam suhu ekstrem yang dihasilkan oleh gesekan udara pada kecepatan sangat tinggi. Dalam konteks militer, teknologi hipersonik memiliki potensi yang sangat besar. Dengan kecepatannya yang luar biasa, senjata hipersonik sangat sulit untuk dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan udara tradisional.

Keunggulan ini membuat mesin hipersonik menjadi sangat strategis bagi negara-negara yang menguasainya, karena mereka mampu mengirimkan serangan dengan kecepatan yang sangat tinggi dan dengan kemampuan untuk menghindari deteksi serta intersepsi oleh sistem pertahanan musuh.

Tiongkok, yang dahulunya tidak memiliki kapasitas pengembangan teknologi hipersonik yang memadai, kini telah menorehkan namanya sebagai pemimpin dalam pengembangan teknologi ini. Perjalanan panjang Tiongkok dalam merancang dan mengembangkan mesin hipersonik dimulai sekitar dua dekade lalu, dengan serangkaian uji coba dan inovasi yang akhirnya membuahkan hasil signifikan.

Pada tahun 2008, Tiongkok meluncurkan uji coba DF-ZF, sebuah kendaraan glider hipersonik yang diklaim mampu terbang dengan kecepatan antara Mach 5 hingga Mach 10. DF-ZF adalah titik awal dalam perjalanan Tiongkok dalam mengembangkan sistem hipersonik, meskipun pada awalnya pengujian ini lebih bersifat eksperimental. Namun, keberhasilan dalam uji coba ini membuka jalan bagi pengembangan sistem yang lebih canggih.

Tahun 2014 menjadi momentum penting bagi Tiongkok dengan diluncurkannya uji coba sistem hipersonik WU-14, yang diklaim dapat melesat dengan kecepatan lebih dari Mach 10. Meskipun hasilnya tidak sempurna, proyek ini menunjukkan kemajuan besar dalam teknologi hipersonik dan menegaskan bahwa Tiongkok berambisi mengejar ketertinggalan teknologi militer. Uji coba ini menjadi landasan penting dalam upaya Tiongkok untuk mengembangkan senjata hipersonik yang lebih canggih.

Pada tahun 2018 Tiongkok meluncurkan sistem DF-17, sebuah rudal hipersonik yang mampu membawa hulu ledak konvensional atau nuklir. Sistem rudal hipersonik DF-17 dari Tiongkok secara resmi diluncurkan dalam parade militer Hari Nasional pada 1 Oktober 2019. Lebih rinci, DF-17 bersama dengan DF-ZF dipamerkan dalam parade militer yang memperingati 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok di Beijing. 

Hal ini menjadikan DF-17 sebagai sistem senjata hipersonik operasional pertama di Tiongkok dan salah satu yang pertama di dunia yang dioperasikan secara penuh. DF-17 merupakan contoh konkret dari senjata hipersonik yang dikembangkan Tiongkok, dan menjadi komponen strategis dalam doktrin militer Tiongkok yang semakin fokus pada kemampuan serangan jarak jauh yang cepat dan presisi.

Pada tahun 2021, Tiongkok mengejutkan dunia dengan keberhasilan uji coba mesin hipersonik yang mampu terbang dengan kecepatan Mach 16. Keberhasilan ini menandai pencapaian yang luar biasa dan sangat mengesankan, bahkan lebih cepat daripada pengembangan senjata serupa yang dimiliki oleh negara-negara besar lainnya, termasuk Amerika Serikat.

Tiongkok meluncurkan sebuah kendaraan hipersonik yang berhasil terbang melintasi orbit bumi sebelum kembali memasuki atmosfer. Uji coba ini tidak hanya menunjukkan bahwa Tiongkok telah mengembangkan teknologi hipersonik untuk senjata, tetapi juga untuk aplikasi pesawat terbang berkecepatan ekstrem yang berpotensi digunakan dalam eksplorasi ruang angkasa. Dengan teknologi ini, Tiongkok menunjukkan bahwa mereka telah menembus batasan teknologi yang sebelumnya dianggap mustahil dicapai oleh negara-negara besar lainnya.

Keunggulan yang paling mencolok dari mesin hipersonik Tiongkok adalah kecepatannya yang luar biasa dan kemampuan manuvernya yang sangat sulit diprediksi. Kecepatan 16 kali kecepatan suara ini memberikan keunggulan signifikan dalam hal taktik, di mana kendaraan hipersonik tersebut sulit dilacak atau dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional. Keunggulan ini tidak hanya menambah daya serang Tiongkok, tetapi juga memberikan keunggulan strategis dalam konflik militer.

Sebelum Tiongkok mencapai terobosan ini, sebenarnya Amerika Serikat dan negara-negara barat seperti Rusia memegang posisi dominan dalam pengembangan teknologi hipersonik. Namun, dengan keberhasilan Tiongkok dalam menciptakan mesin hipersonik yang mampu terbang dengan kecepatan Mach 16, dunia menyaksikan bagaimana Tiongkok berhasil menggeser posisi Amerika Serikat dan Barat di puncak teknologi militer.

Meskipun Amerika Serikat telah mengembangkan sejumlah sistem hipersonik seperti rudal AGM-183A ARRW (Air-launched Rapid Response Weapon), mereka belum mampu mengembangkan senjata dengan kecepatan dan manuver yang sama dengan yang dicapai Tiongkok. Pada tahun 2021, uji coba hipersonik Amerika Serikat mengalami beberapa kegagalan, yang menunda peluncuran sistem senjata hipersonik mereka.

Salah satu keunggulan terbesar Tiongkok adalah kemampuannya untuk mengembangkan teknologi yang tidak hanya cepat tetapi juga mampu melakukan manuver tajam. Hal ini memungkinkan senjata Tiongkok untuk menembus pertahanan udara yang sebelumnya tidak mampu mengantisipasi kecepatan dan arah serangan yang sedemikian kompleks. Dalam hal ini, Tiongkok jelas mengungguli Amerika Serikat dalam aspek kecepatan dan ketepatan serangan.

Beberapa faktor yang membedakan Tiongkok dalam pengembangan teknologi hipersonik yaitu, Tiongkok berhasil mengembangkan material baru yang tahan terhadap suhu ekstrem yang dihasilkan oleh gesekan udara pada kecepatan hipersonik. Bahan ini sangat penting untuk memastikan stabilitas dan keamanan kendaraan hipersonik dalam perjalanan cepatnya.

Sistem hipersonik Tiongkok juga mampu melakukan manuver yang sangat sulit diprediksi, memberikan keunggulan taktis yang besar dalam pertempuran modern. Keunggulan ini membuat senjata hipersonik Tiongkok sangat sulit untuk dilacak dan dihentikan oleh pertahanan musuh. Salah satu aspek penting dalam kesuksesan Tiongkok di segala bidang terutama teknologi hipersonik adalah kerja sama antara riset militer dan sipil. Riset ilmiah dan teknis yang luas memberikan Tiongkok keuntungan besar dalam hal inovasi dan efisiensi pengembangan teknologi, menjadikannya lebih cepat dan lebih efektif dalam menghasilkan terobosan teknologi.

Inilah yang membuat Tiongkok berhasil dalam menciptakan mesin hipersonik dengan 16 kali kecepatan suara yang tentu bukan hanya sebagai sebuah prestasi teknologi, tetapi juga sebuah perubahan besar dalam keseimbangan kekuatan global. Senjata hipersonik Tiongkok memberikan negara ini keunggulan signifikan dalam hal kemampuan bertempur dan pencegahan, yang dapat memengaruhi kebijakan militer dan diplomatik di seluruh dunia. Dengan kemampuan untuk menembus pertahanan udara konvensional, Tiongkok memperlihatkan bahwa mereka kini menjadi kekuatan militer global yang tidak dapat dianggap remeh.

Oleh karena itu, keberhasilan Tiongkok dalam menciptakan mesin hipersonik yang mampu mencapai 16 kali kecepatan suara merupakan pencapaian luar biasa yang mengubah lanskap persaingan teknologi militer global. Dengan kecepatan yang luar biasa, kemampuan manuver yang canggih, dan pengembangan material baru yang tahan terhadap suhu ekstrem, Tiongkok kini tidak hanya mengungguli Amerika Serikat dan negara-negara Barat dalam hal teknologi hipersonik, tetapi juga telah merebut posisi dominan dalam perlombaan teknologi senjata canggih. Keberhasilan ini menunjukkan bagaimana Tiongkok telah berhasil mengejar ketertinggalannya dan bahkan melampaui negara-negara besar dalam pengembangan teknologi militer masa depan.

Komentar

Berita Lainnya

Prioritas Agenda Kerja Sama Tiongkok-ASEAN Teknologi

Selasa, 3 November 2020 9:58:24 WIB

banner
CMG Siap Beritakan CIIE ke-3 Teknologi

Rabu, 4 November 2020 1:22:22 WIB

banner
Han Zheng Hadiri Upacara Pembukaan CIIE Ke-3 Teknologi

Jumat, 6 November 2020 1:14:28 WIB

banner
Tiongkok Gelar Harbolnas Terbesar di Dunia Teknologi

Selasa, 10 November 2020 19:55:39 WIB

banner