Rabu, 2 November 2022 9:31:55 WIB

Modul Terakhir Berlabuh di Stasiun Ruang Angkasa 'Istana Surgawi' Tiongkok
Tiongkok

Endro - Radio Bharata Online

banner

Roket Long March 5B yang membawa modul Mengtian untuk stasiun luar angkasa Tiangong, lepas landas dari Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di provinsi Hainan, Tiongkok, pada 31 Oktober 2022 [China Daily via Reuters]

BEIJING, Radio Bharata Online – Media pemerintah Tiongkok menyebutkan, modul terakhir yang diperlukan untuk penyelesaian stasiun ruang angkasa Tiangong, telah berhasil merapat dengan struktur inti, sebuah langkah kunci dalam rencana ambisius Beijing, untuk eksplorasi ruang angkasa.

Penyiar CCTV, mengutip Badan Antariksa Berawak Tiongkok mengatakan, modul ketiga dan terakhir, berhasil merapat dengan stasiun luar angkasa permanennya pada Selasa pagi.  Modul bernama Mengtian, yang berarti "mimpi surgawi" - diluncurkan pada hari Senin dengan roket Long March 5B dari pusat peluncuran Wenchang di pulau tropis Hainan di Tiongkok.

Menurut CCTV yang dikutip al jazeera, seluruh proses peluncuran dan docking dengan stasiun luar angkasa, memakan waktu sekitar 13 jam, dan memajukan upaya selama lebih dari satu dekade oleh Tiongkok untuk mempertahankan kehadiran kru yang konstan di orbit.

Analis ruang angkasa independen Tiongkok, Chen Lan mengatakan kepada Agence  France-Presse (AFP), bahwa misi penyelesaian stasiun tersebut oleh Beijing, akan menandakan “Tiongkok sekarang menjadi pemain yang setara di luar angkasa dengan Amerika Serikat, Rusia dan Eropa.”  Chen mengatakan, “Selalu menyenangkan melihat pemain baru yang datang, dan persaingan akan selalu mempercepat inovasi.”

Menurut kantor berita Xinhua, modul Mengtian, bersama dengan modul inti Tianhe dan modul lab Wentian, akan membentuk konfigurasi berbentuk-T. Bersama-sama, mereka dikenal sebagai Tiangong, atau "istana surgawi".

Stasiun Tiangong adalah salah satu permata mahkota dalam program luar angkasa Beijing yang didanai dengan baik, yang telah mendaratkan robot penemu di Mars dan Bulan, dan menjadikan Tiongkok sebagai negara ketiga yang menempatkan manusia ke orbit.

Setelah selesai, stasiun luar angkasa Tiangong diharapkan memiliki massa 90 ton, sekitar seperempat dari ISS, atau berukuran serupa dengan stasiun Mir buatan Soviet, yang mengorbit Bumi dari tahun 1980-an hingga 2001.

Badan Antariksa Berawak China mengatakan Tiangong dihuni oleh tiga anggota awak, atau taikonaut, termasuk seorang wanita.

Komentar

Berita Lainnya