Selasa, 25 Oktober 2022 11:7:31 WIB

Dubes Deng Xijun Beberkan Pencapaian Tiongkok Selama Dekade Terakhir di Bawah Kepemimpinan Xi Jinping
Tiongkok

Redaksi - Radio Bharata Online

banner

Konferensi pers secara virtual yang diadakan Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Deng Xijun, Senin (24/10/2022).

JAKARTA, Radio Bharata Online - Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Deng Xijun memaparkan pencapaian pembangunan negaranya selama dekade terakhir di bawa era kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Hal itu disampaikan Deng saat mengadakan konferensi pers secara virtual, Senin (24/10/2022).

Disampaikan Deng, dalam dekade terakhir, Tiongkok telah mengalami tiga peristiwa besar yang sangat penting dan signifikan. Ketiga peristiwa itu ialah seratus tahun PKT, era baru sosialisme dengan ciri khas Tiongkok, dan penyelesaian pembangunan masyarakat yang cukup makmur dalam segala hal melalui pengentasan kemiskinan absolut, sekaligus menyelesaikan Tujuan Seratus Tahun Pertama Tiongkok.

"Ini adalah prestasi bersejarah, prestasi yang dicapai oleh Partai Komunis Tiongkok dan orang-orang Tiongkok yang berjuang dalam persatuan, prestasi yang akan selamanya dicatat dalam sejarah bangsa Tiongkok, dan prestasi yang akan sangat mempengaruhi dunia," ucap Deng.

Tiongkok telah mengedepankan dan menerapkan filosofi pembangunan baru, bekerja keras untuk mempromosikan pembangunan berkualitas tinggi, dan mendorong untuk mendorong pola pembangunan baru. Tiongkok telah melakukan reformasi struktural sisi penawaran, merumuskan serangkaian strategi regional utama yang penting bagi pembangunan Tiongkok secara keseluruhan, dan membawa peningkatan bersejarah dalam kekuatan ekonomi Tiongkok.

Dalam satu dasawarsa terakhir Produk Domestik Bruto Tiongkok tumbuh dari 54 triliun yuan menjadi 114 triliun yuan. Tiongkok juga menyumbang 18,5 persen PDB dunia atau naik 7,2 persen dibandingkan dasawarsa sebelumnya.

Tiongkok masih menjadi negara ekonomi terbesar kedua dunia dengan pendapatan per kapita naik dari 39.800 yuan menjadi 81.000 yuan. Sektor manufaktur Tiongkok juga menjadi yang terbesar di dunia, begitu juga cadangan devisanya.

"Kami telah membuat terobosan dalam beberapa teknologi inti di bidang utama, dan mendorong industri strategis yang sedang berkembang. Kami telah menyaksikan keberhasilan besar di berbagai bidang, termasuk penerbangan luar angkasa berawak, eksplorasi bulan dan Mars, penyelidikan laut dalam dan bumi dalam, superkomputer, navigasi satelit, informasi kuantum, teknologi tenaga nuklir, manufaktur pesawat, dan biomedis," ucap Deng menjelaskan, sembari menegaskan Tiongkok telah bergabung dengan jajaran inovator dunia.

Deng juga menegaskan Tiongkok telah mengejar strategi yang lebih proaktif untuk membuka diri. Sebagai upaya kolaboratif, Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative atau BRI) telah disambut oleh masyarakat internasional. Tiongkok telah menjadi mitra dagang utama untuk lebih dari 140 negara dan wilayah, memimpin dunia dalam volume total perdagangan barang, dan merupakan tujuan utama untuk investasi global dan negara terkemuka dalam investasi keluar.

"Melalui upaya ini, kami telah memajukan agenda yang lebih luas untuk membuka diri di lebih banyak area dan lebih mendalam. Kami telah menerapkan filosofi pembangunan yang berpusat pada manusia," kata Deng.

Tiongkok juga telah bekerja terus menerus untuk memastikan akses masyarakat terhadap pengasuhan anak, pendidikan, pekerjaan, layanan medis, perawatan lansia, perumahan, dan bantuan sosial. Tiongkok telah membangun sistem pendidikan, jaminan sosial, dan perawatan kesehatan terbesar di dunia.

Tiongkok juga telah sepenuhnya menerapkan kebijakan "Satu Negara, Dua Sistem", termasuk menegakkan kebijakan tersebut kepada Hong Kong dan Makau, yang mananya keduanya memiliki tingkat otonomi yang tinggi.

"Kami telah membantu Hong Kong memasuki tahap baru di mana ia telah memulihkan ketertiban dan akan berkembang, dan kami telah melihat baik Hong Kong maupun Makau mempertahankan momentum yang baik untuk stabilitas dan pembangunan jangka panjang," ucapnya.

Terkait kebijakannya terhadap Taiwan, Tiongkok juga telah mengajukan kerangka kebijakan keseluruhan untuk menyelesaikan masalah Taiwan di era baru dan memfasilitasi pertukaran dan kerja sama lintas-Selat.

"Kami dengan tegas menentang kegiatan separatis yang ditujukan untuk "kemerdekaan Taiwan" dan campur tangan asing. Dengan demikian, kami telah mempertahankan inisiatif dan kemampuan untuk mengarahkan hubungan lintas-Selat," ucapnya.

Editor: Thomas Rizal

Komentar

Berita Lainnya