Senin, 17 Oktober 2022 16:25:5 WIB

Tiongkok Deteksi Ledakan Sinar Gamma Paling Kuat Yang Pernah Diamati
Tiongkok

Endro Maryono - Radio Bharata Online

banner

Cao Zhen, kepala ilmuwan dari China's Large High Altitude Air Shower Observatory (LHAASO), berpose dengan meja pasir LHAASO di Institute of High Energy Physics (IHEP) di bawah Chinese Academy of Sciences (CAS), 23 Februari. , 2021.Foto: Xinhua

Qinghai, Radio Bharata Online – Para astronom Tiongkok telah mendeteksi pemecahan rekor, ledakan sinar gamma (Gamma Ray Bursts - GRB) paling kuat di dunia, meningkatkan rekor GRB energi tertinggi hampir 20 kali lipat dan menandai deteksi pertama GRB dengan energi di atas 10 TeV (Tera Electron Volt).

Pengamat pada hari Minggu (17/10/2022) mengatakan, pengamatan telah memecahkan beberapa rekor, dan sangat berharga dalam mengungkap mekanisme fenomena tersebut.

Radio Nasional Tiongkok yang dikutip Global Times melaporkan, sinyal yang diberi nama GRB 221009A, terdeteksi pada 9 Oktober 2022, oleh Large High Altitude Air Shower Observatory (LHAASO), sebuah observatorium sinar kosmik, di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, serta High Energy Burst Searcher (HEBS).

New Atlas, sebuah situs berita yang berfokus pada kemajuan sains dan teknologi dunia, melaporkan pada hari Jumat, energi dari peristiwa semacam itu biasanya diukur dalam giga-elektronvolt (GeV), dengan beberapa direkam dengan energi abpit 1 tera-elektronvolt (TeV).

Namun, peristiwa baru ini telah mencapai rekor 18 TeV, menandai deteksi pertama GRB dengan energi di atas 10 TeV, yang artinya 10 kali lebih terang daripada GRB paling terang yang pernah diamati oleh manusia.

Ledakan Sinar Gamma (GRB) adalah ledakan yang sangat kuat, yang pernah diamati di galaksi yang sangat jauh, sejak peristiwa Big Bang. Semburan dapat berlangsung dari sepuluh milidetik hingga beberapa jam. Energi yang dilepaskan oleh GRB dapat melebihi jumlah total energi yang dipancarkan oleh matahari selama masa hidupnya.

Ledakan dengan intensitas tinggi yang ditemukan oleh para astronom Tiongkok ini, terjadi pada jarak lebih dari dua ribu triliun tahun cahaya dari Bumi, jarak yang sangat jauh, sehingga diperkirakan hanya terjadi sekali dalam beberapa dekade atau bahkan satu abad.

Cao Zhen, kepala ilmuwan LHAASO, memimpin timnya untuk memulai analisis data untuk GBR dalam waktu singkat, dan telah merilis hasil awal kepada komunitas internasional melalui Jaringan Koordinat Sinar Gamma, dalam waktu kurang dari dua hari setelah pengamatan. Analisis data lebih lanjut dan studi ilmiah sedang dilakukan oleh anggota kelompok kolaboratif LHAASO.

Observatorium LHAASO terletak di pegunungan di Dataran Tinggi Qinghai-Xizang timur pada ketinggian 4.410 meter, dan merupakan bagian utama dari infrastruktur ilmiah dan teknologi nasional, untuk mengamati dan mempelajari sinar kosmik. Proyek ini diluncurkan pada 2017, dan memulai pengamatan ilmiah pertamanya pada April 2019.

Komentar

Berita Lainnya