Senin, 10 Oktober 2022 10:2:42 WIB

Perdagangan dan Investasi Tiongkok-AS Meningkat 12,7 Persen Selama Paruh Pertama 2022
Tiongkok

Redaksi - Radio Bharata Online

banner

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA), Mao Ning. (MFA)

BEIJING, Radio Bharata Online - Nilai perdagangan dan investasi antara Tiongkok dan Amerika Serikat mengalami peningkatan pada paruh pertama tahun 2022, meski sengitnya rivalitas kedua negara ekonomi terbesar di dunia itu.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA) menyebutkan pada paruh pertama tahun 2022, nilai perdagangan kedua negara telah mengalami peningkatan sebesar 12,7 persen. Adapun investasi AS di Tiongkok selama periode tersebut juga naik 26,1 persen.

"Ini benar-benar menunjukkan bahwa rakyat Tiongkok dan AS mendambakan kerja sama dan kerja sama Tiongkok-AS dapat memberikan keuntungan bersama," kata juru bicara MFA Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Sabtu (8/10/2022).

Menurut Mao, Tiongkok merupakan kesempatan bisnis utama AS dan pengenaan tarif impor AS terhadap barang-barang Tiongkok lebih mencederai AS daripada dampak yang diterima pihak Tiongkok.

"Pembuat kebijakan AS harus lebih banyak mendengar suara-suara para pebisnis dan akademisi yang rasional dan objektif itu," serunya.

Pernyataan Mao tersebut untuk menanggapi laporan Asosiasi Kebijakan Luar Negeri AS berjudul "The Business of America and China is Business" yang menyerukan kepada para pembuat kebijakan AS agar mengkalibrasi ulang asumsi dan kebijakan mereka yang salah terhadap Tiongkok dan melihat Tiongkok dari perspektif yang benar untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan AS-Tiongkok.

"Hentikan mengatasi kemitraan Tiongkok-AS dengan pola pikir yang salah tentang 'zero-sum games', junjung tinggi prinsip saling menghormati, bawa hubungan Tiongkok-AS ke jalur yang benar dan stabil," ujar Mao.

Mengutip data statistik, Mao menyebutkan bahwa rata-rata laba yang diperoleh AS dari investasi di Tiongkok sebesar 14,7 persen selama periode 2000-2020, jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan investasi asing langsung AS sebesar 9,7 persen.

Editor: Thomas Rizal

Komentar

Berita Lainnya