Sabtu, 1 Februari 2025 13:1:17 WIB
Warisan Budaya Takbenda Perkaya Perayaan Festival Musim Semi di Tiongkok
Sosial Budaya
Eko Satrio Wibowo

Seorang turis bernama Linghu Changqing (CMG)
Sichuan, Radio Bharata Online - Masyarakat di seluruh Tiongkok telah terhanyut dalam pesona pertunjukan budaya takbenda selama liburan Festival Musim Semi, yang berlangsung dari 28 Januari hingga 4 Februari tahun ini.
Di Kabupaten Muchuan di Provinsi Sichuan, barat daya Tiongkok, parade berskala besar yang menampilkan banyak proyek warisan budaya tak benda, seperti naga rumput Muchuan dan lentera berbentuk naga Lidian diadakan secara lokal.
Diiringi irama musik yang menarik, dua naga emas yang tampak nyata terbuat dari jerami menari dengan lincah di bawah koordinasi lebih dari 40 pemain.
"Ini pertama kalinya saya melihat naga rumput Muchuan ini, pertunjukan langsung. Sungguh menakjubkan, sangat bagus," kata seorang turis bernama Linghu Changqing.
Pada tahun 2008, kerajinan membuat naga rumput Muchuan dicantumkan dalam daftar warisan budaya takbenda tingkat nasional di Tiongkok.
Saat malam tiba di daerah wisata Gunung Wugong di Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur, pertunjukan warisan budaya tak benda yang ikonik berupa kembang api besi cair memikat penonton dengan besi cair yang dilempar ke udara, menciptakan percikan api yang menyilaukan dengan latar belakang ribuan lentera yang disiapkan oleh daerah wisata tersebut, yang membawa suasana pesta ke puncaknya.
"Hari ini adalah pertama kalinya saya menontonnya secara langsung. Sungguh menggetarkan hati, seperti langit yang penuh bintang," ujar seorang turis bermarga Lu.
Di sebuah kuil leluhur di Kotapraja Lubao di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, pertunjukan warisan budaya tak benda termasuk barongsai, kung fu Choy Lee Fut (aliran seni bela diri Tiongkok), kembang api besi cair, dan periuk api telah memukau gelombang demi gelombang pengunjung.
Di daerah pemandangan Gunung Wuyi di Provinsi Fujian, Tiongkok timur, musikal luar ruangan Impression Dahongpao, teh batu yang tumbuh di daerah setempat, dipentaskan. Pertunjukan pada hari pertama, Jum'at (31/1) menarik perhatian sekitar 10.000 orang.
"Ini pertama kalinya saya menontonnya. Seluruh adegannya luar biasa dan benar-benar menyentuh jiwa kami," kata Chen Qiang, seorang turis.
Komentar
Berita Lainnya
Impian Ren Zhe menggabungkan budaya melalui karyanya Sosial Budaya
Selasa, 4 Oktober 2022 17:3:36 WIB

TING BAATAR Delegasi yang mengabdikan diri untuk membantu orang Sosial Budaya
Rabu, 5 Oktober 2022 17:36:8 WIB

Kanal Besar Menyaksikan Perubahan Hangzhou dari Pusat Industri Menjadi Permata Budaya Sosial Budaya
Rabu, 5 Oktober 2022 20:44:15 WIB

Demam Bersepeda Perkotaan Mencerminkan Pembangunan Yang direncanakan, Beralih ke Gaya Hidup Hijau Sosial Budaya
Rabu, 5 Oktober 2022 21:3:58 WIB

Bali memperingati Maulid Nabi 1444 H dengan menampilkan Tari Rodat Sosial Budaya
Sabtu, 8 Oktober 2022 13:18:8 WIB

Pelestarian Lingkungan Sungai Yangtze Sosial Budaya
Sabtu, 8 Oktober 2022 16:4:14 WIB

Meningkatnya Populasi panda penangkaran global Sosial Budaya
Rabu, 12 Oktober 2022 22:28:3 WIB

80 Persen kapas di Petik oleh Mesin Pemanen di Xinjiang Sosial Budaya
Rabu, 12 Oktober 2022 22:32:41 WIB

Musik Tradisional di Kota Es Harbin Daya Tarik Wisata Global Sosial Budaya
Selasa, 18 Oktober 2022 22:53:38 WIB

Transformasi Bekas Kompleks Industri di Liaoning Menjadi Taman Budaya Sosial Budaya
Rabu, 19 Oktober 2022 10:28:48 WIB

Hong Kong Freespace Jazz Fest hadir kembali, menampilkan Jill Vidal, Eugene Pao dan Ted Lo Sosial Budaya
Senin, 24 Oktober 2022 18:0:34 WIB

Perlindungan Digital Pada Situs Gua Berusia 1600 tahun Di Kota Zhangye Sosial Budaya
Jumat, 28 Oktober 2022 12:8:17 WIB

Situs Warisan Budaya, Memperkokoh Kepercayaan Bangsa Sosial Budaya
Minggu, 30 Oktober 2022 8:21:51 WIB

Hari Kota Sedunia dirayakan di Shanghai Sosial Budaya
Minggu, 30 Oktober 2022 15:32:5 WIB

Wang Yaping: Impian Terbesarku adalah Kembali Terbang ke Luar Angkasa Sosial Budaya
Jumat, 4 November 2022 18:6:41 WIB
