Senin, 17 Maret 2025 12:42:56 WIB
Tiongkok Alami Pertumbuhan Lebih Cepat dalam Investasi Aset Tetap pada Dua Bulan Pertama Tahun 2025
Ekonomi
Eko Satrio Wibowo

Fu Linghui, Juru Bicara Biro Statistik Nasional (CMG)
Beijing, Radio Bharata Online - Investasi aset tetap Tiongkok tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan investasi di industri teknologi tinggi meningkat secara signifikan, menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional atau National Bureau of Statistics (NBS) pada hari Senin (17/3).
Investasi tersebut berjumlah 5,2619 triliun yuan (sekitar 11.907 triliun rupiah) selama periode Januari-Februari 2025, naik 4,1 persen dari tahun ke tahun dan 0,9 poin persentase lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan tahun penuh 2024, kata Fu Linghui, Juru Bicara NBS, pada konferensi pers di Beijing.
"Tidak termasuk sektor properti, investasi dalam aset tetap naik sebesar 8,4 persen. Secara khusus, investasi dalam pembangunan infrastruktur tumbuh sebesar 5,6 persen dari tahun ke tahun, investasi manufaktur naik sebesar 9,0 persen, pengembangan real estat turun sebesar 9,8 persen. Penjualan perumahan komersial baru menyusut 5,1 persen dari tahun ke tahun dalam hal luas lantai menjadi 107,46 juta meter persegi, penurunan sebesar 7,8 poin persentase lebih kecil dari penurunan tahun penuh tahun lalu. Dalam hal nilai, penjualan perumahan komersial baru turun 2,6 persen dari tahun ke tahun menjadi hampir 1,026 triliun yuan (sekitar 2.322 triliun rupiah), dengan penurunan menyempit sebesar 14,5 poin persentase," papar Fu.
Menurutnya, investasi di sektor primer, sekunder, dan tersier masing-masing naik 12,2 persen, 11,4 persen, dan 0,7 persen.
"Investasi swasta mempertahankan level yang sama seperti tahun lalu, meningkat 6,0 persen tidak termasuk sektor real estat. Investasi di industri teknologi tinggi tumbuh 9,7 persen dari tahun ke tahun, di antaranya investasi di layanan informasi, layanan e-commerce, manufaktur komputer dan perangkat kantor, manufaktur kendaraan dan peralatan kedirgantaraan tumbuh masing-masing 66,4 persen, 31,9 persen, 31,6 persen, dan 27,1 persen. Pada bulan Februari, investasi di aset tetap (tidak termasuk rumah tangga pedesaan) naik tipis 0,49 persen dibanding bulan sebelumnya," jelas Fu.
Komentar
Berita Lainnya
Investasi Banyak Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius Ekonomi
Selasa, 4 Oktober 2022 18:8:39 WIB

Perdagangan Jerman mengalahkan ekspektasi pada Agustus , meski ekonomi melambat Ekonomi
Rabu, 5 Oktober 2022 18:2:24 WIB

Krisis Ekonomi 1997 Kembali Bayangi Asia Ekonomi
Kamis, 6 Oktober 2022 13:29:54 WIB

Pakar: Tren konsumsi sehat mencerminkan kepercayaan konsumen yang kuat Ekonomi
Jumat, 7 Oktober 2022 19:14:0 WIB

Perkiraan uang penjualan pembuat chip TSMC, persaingan melambat Ekonomi
Jumat, 7 Oktober 2022 19:44:54 WIB

Mentan-Menkeu G20 & Bank Dunia Kumpul di AS, Cari Solusi Atasi Krisis Pangan Ekonomi
Rabu, 12 Oktober 2022 9:9:53 WIB

Lebih dari Setengah Mobil Baru akan Menggunakan Listrik pada Tahun 2025 Ekonomi
Kamis, 13 Oktober 2022 21:21:32 WIB

Tibet Melihat Pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi Tahunan Dua Digit Ekonomi
Kamis, 13 Oktober 2022 21:23:14 WIB

Gara-gara Hujan, Petani Risau Harga Cabai dan Beras Naik Ekonomi
Sabtu, 15 Oktober 2022 8:37:6 WIB

PLN: Infrastruktur Listrik Kereta Cepat Rampung Juni 2023 Ekonomi
Sabtu, 15 Oktober 2022 8:43:54 WIB

Antisipasi Resesi Gelap, Sandiaga Uno: Perkuat UMKM dan Kolaborai Ekonomi
Minggu, 16 Oktober 2022 18:8:23 WIB

Huawei akan mendirikan pusat layanan cloud Eropa pertama di Irlandia Ekonomi
Kamis, 20 Oktober 2022 10:1:4 WIB

14 Negara Tandatangani 100 Kerja Sama Dagang dengan Indonesia Ekonomi
Kamis, 20 Oktober 2022 15:36:8 WIB

Sri Mulyani Pede Ekonomi RI Tembus 5,5 Persen pada Kuartal III 2022 Ekonomi
Sabtu, 22 Oktober 2022 11:45:9 WIB
