Jumat, 20 September 2024 10:45:49 WIB
Tiongkok Dan Australia Berupaya Menjalin Kerja Sama Teknologi Yang Lebih Luas Dan Mendalam
International
Endro

Ilustrasi
CANBERRA, Radio Bharata Online - Tiongkok dan Australia pada hari Kamis sepakat untuk bekerja sama di bidang sains dan teknologi dalam lingkup yang lebih luas, dan pada tingkat yang lebih mendalam, demikian menurut komite gabungan kerja sama teknologi yang dibentuk pada hari Kamis.
Kerja sama Tiongkok-Australia di bidang sains, teknologi, dan inovasi memiliki landasan yang kokoh dan sejarah yang panjang, yang merupakan bagian penting dari hubungan bilateral.
Pernyataan Komite Gabungan Tiongkok-Australia ke-10 tentang Kerja Sama Sains dan Teknologi, yang diadakan di ibu kota Australia, Canberra, menyebutkan, selama beberapa dekade terakhir, kerja sama di bidang sains, teknologi, dan inovasi antara Tiongkok dan Australia telah mencapai hasil yang bermanfaat, dan memainkan peran pendukung yang penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial kedua negara.
Pada pertemuan tersebut, kedua belah pihak memperkenalkan kebijakan inovasi sains dan teknologi kedua negara, meninjau pencapaian kerja sama dalam beberapa tahun terakhir, dan mencapai konsensus luas untuk terus memperdalam kerja sama sains dan teknologi bilateral.
Kedua belah pihak sepakat untuk menjadikan pertemuan ini sebagai titik awal baru, untuk melaksanakan kerja sama yang saling menguntungkan dalam lingkup yang lebih luas dan pada tingkat yang lebih dalam, sehingga dapat memberikan lebih banyak kontribusi bagi kemajuan ilmiah dan teknologi, serta peningkatan mata pencaharian masyarakat di kedua negara maupun secara global.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh lebih dari 30 perwakilan dari Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok, Akademi Sains Tiongkok, Yayasan Sains Alam Nasional Tiongkok, Kedutaan Besar Tiongkok di Australia, serta Departemen Industri, Sains, dan Sumber Daya Australia, Akademi Sains Australia, Akademi Sains dan Teknik Teknologi Australia, dan Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Persemakmuran. (Xinhua)
Komentar
Berita Lainnya
Politisi Jerman Kritik Parlemen Eropa karena Tetap Operasikan Dua Kompleksnya di Tengah Krisis Energi International
Jumat, 7 Oktober 2022 8:37:55 WIB

Patung Kepala Naga dari Batu Pasir Berusia Ratusan Tahun Ditemukan di Taman Angkor Kamboja International
Jumat, 7 Oktober 2022 16:2:20 WIB

Tiga Ekonom Internasional Raih Hadiah Nobel Ekonomi 2022 International
Selasa, 11 Oktober 2022 12:41:19 WIB

Peng Liyuan serukan upaya global untuk meningkatkan pendidikan bagi anak perempuan International
Rabu, 12 Oktober 2022 8:34:27 WIB

Sekjen PBB Serukan Cakupan Sistem Peringatan Dini Universal untuk Bencana Iklim International
Sabtu, 15 Oktober 2022 8:59:46 WIB

Jokowi Puji Kepemimpinan Xi Jinping: Dekat dengan Rakyat, Memahami Betul Masalah yang Dihadapi Rakyat International
Senin, 17 Oktober 2022 13:29:21 WIB

Forum Pangan Dunia ke-2 Dibuka di Roma International
Selasa, 18 Oktober 2022 23:8:41 WIB

Australia Janji Pasok Senjata Buat Indonesia International
Jumat, 21 Oktober 2022 9:11:43 WIB

AS Pertimbangkan Produksi Senjata Bersama Taiwan International
Sabtu, 22 Oktober 2022 9:6:52 WIB

Pemimpin Sayap Kanan Giorgia Meloni Jadi PM Wanita Pertama Italia International
Sabtu, 22 Oktober 2022 11:57:58 WIB

Krisis Di Inggris Membuat Jutaan Warga Sengaja Tidak Makan Biar Hemat International
Minggu, 23 Oktober 2022 7:54:8 WIB

Gunung Kilimanjaro di Tanzania Dilanda Kebakaran International
Minggu, 23 Oktober 2022 15:24:53 WIB

Para Pemimpin Negara Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Kembali Xi Jinping International
Senin, 24 Oktober 2022 11:47:39 WIB

Menlu ASEAN Akan Gelar Pertemuan Khusus di Indonesia Bahas Myanmar International
Senin, 24 Oktober 2022 16:57:17 WIB

Konser di Myanmar Berubah Menjadi Horor Saat Serangan Udara Militer Tewaskan Sedikitnya 60 Orang International
Selasa, 25 Oktober 2022 10:2:29 WIB
