Jumat, 13 Desember 2024 11:13:23 WIB

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Kerukunan Hadapi Tantangan Global
Indonesia

Endro

banner

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Perayaan HUT Partai Golkar ke-60 Tahun yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/12/2024). (Foto: BPMI Setpres/ Cahyo)

BOGOR, Radio Bharata Online – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Puncak Perayaan HUT Partai Golkar ke-60 Tahun, yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/12). Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan bangsa, di tengah situasi dunia yang penuh tantangan.

Prabowo mengatakan, “Kita harus waspada, kita tidak boleh pecah, kita tidak boleh diadu domba, kita menjaga kerukunan, kerukunan antara umat agama, kerukunan antara suku, kerukunan antara kelompok etnis, kerukunan antara ras, kita tidak boleh terpancing, dan ini tanggung jawab kita semua sebagai pemimpin-pemimpin.” 

Kepala Negara menyampaikan bahwa perdamaian bukanlah sesuatu yang datang secara cuma-cuma, melainkan hasil dari upaya seluruh pihak. Untuk itu, Presiden mendorong para pemimpin dari semua lapisan, dapat rukun dan bersatu dalam menghadapi tantangan global.

Menurut Kepala Negara, kuncinya adalah semua unsur pemimpin dari semua lapisan bisa rukun dan bersatu.  Tapi bukan berarti tidak ada perbedaan pendapat, hanya saja di ujungnya tidak boleh ada permusuhan.  Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mau terpancing untuk membenci.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perbedaan. Presiden Prabowo juga terus mengingatkan pentingnya persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

Selain itu, dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga menyoroti perkembangan teknologi, khususnya media sosial yang dapat menjadi alat pemecah belah jika tidak digunakan secara bijak. Presiden menuturkan bahwa beberapa berita palsu di media sosial dapat menimbulkan kebencian di masyarakat. (BPMI Setpres/DNS)

Komentar

Berita Lainnya

Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional Indonesia

Rabu, 5 Oktober 2022 17:33:33 WIB

banner
Pertemuan P20 di Buka Indonesia

Kamis, 6 Oktober 2022 14:20:55 WIB

banner