Senin, 24 Maret 2025 14:53:23 WIB

Sekilas tentang Masa Depan Robotika Peralatan Rumah Tangga yang Ditawarkan di Pameran di Shanghai
Teknologi

Eko Satrio Wibowo

banner

Salah satu penonton, berbagi visinya untuk masa depan robot rumah tangga (CMG)

Shanghai, Radio Bharata Online - Robot humanoid dan peralatan rumah tangga bertenaga kecerdasan buatan menjadi pusat perhatian di Appliance and Electronics World Expo (AWE) akhir pekan ini di Shanghai, yang menyoroti potensi AI dalam produk konsumen dan memicu perbincangan tentang masa depan tugas-tugas rumah tangga.

Di antara atraksi utama adalah Unitree G1, robot humanoid yang tingginya hampir 1,3 meter dan beratnya 35 kilogram. Robot tersebut menarik perhatian besar, membuat pengunjung membayangkan masa depan dengan robot humanoid memainkan peran utama dalam kehidupan sehari-hari.

"Misalnya, (robot humanoid dapat) membantu tugas-tugas luar ruangan yang sederhana, seperti mengambil makanan atau menerima paket. Di dalam ruangan, robot dapat membantu menyapu dan mengepel," kata salah satu penonton, berbagi visinya untuk masa depan robot rumah tangga.

Namun, para ahli memperingatkan bahwa robot humanoid tetap berfokus pada "kinerja gerakan," dengan sebagian besar aplikasi masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Penerapan secara luas untuk tugas-tugas rumah tangga masih memerlukan waktu bertahun-tahun lagi.

"Masa pakai baterai merupakan faktor krusial, dan pertimbangan terpenting adalah harga—mendapatkan keuntungan biaya melalui volume. Mungkin perlu beberapa tahun untuk beralih dari lingkungan industri ke lingkungan rumah tangga sebelum robot dapat secara efektif membantu tugas-tugas seperti membersihkan, melipat pakaian, dan bahkan merawat orang tua," kata Zheng Shaojue, Kepala Penjualan Saluran Barang Konsumen di Unitree Robotics.

Ketika robot humanoid masih dalam tahap awal pengembangan, AI dengan cepat masuk ke dalam produk konsumen. Dari peralatan besar seperti AC hingga perangkat kecil seperti telepon pintar, AI semakin terintegrasi ke dalam produk sehari-hari.

Di stan Huawei, pengunjung menggunakan perintah suara untuk menyesuaikan pengaturan TV, sementara fitur "pencarian film AI" yang baru memungkinkan pengguna menemukan film dengan petunjuk minimal seperti alur cerita, karakter atau bahkan referensi populer.

Pergeseran ke arah AI ini mendorong peluang pasar yang lebih besar, dengan pengembangan produk yang lebih cepat dan peningkatan kemampuan produksi di sektor rumah pintar.

Pasar rumah pintar Tiongkok diproyeksikan mencapai 952,3 miliar yuan (lebih dari 2.174 triliun rupiah) tahun ini, dengan aplikasi AI diperkirakan akan menguasai lebih dari 50 persen pasar.

Acara AWE selama tiga hari ini berakhir pada hari Minggu (23/3), membuat banyak orang ingin melihat seberapa cepat produk rumah pintar akan terus berkembang.

Komentar

Berita Lainnya

Prioritas Agenda Kerja Sama Tiongkok-ASEAN Teknologi

Selasa, 3 November 2020 9:58:24 WIB

banner
CMG Siap Beritakan CIIE ke-3 Teknologi

Rabu, 4 November 2020 1:22:22 WIB

banner
Han Zheng Hadiri Upacara Pembukaan CIIE Ke-3 Teknologi

Jumat, 6 November 2020 1:14:28 WIB

banner
Tiongkok Gelar Harbolnas Terbesar di Dunia Teknologi

Selasa, 10 November 2020 19:55:39 WIB

banner