Sabtu, 7 September 2024 10:17:18 WIB
Xi Jinping: Tiongkok dan Gambia adalah Sahabat dan Mitra yang Baik di Jalur Pembangunan
International
Eko Satrio Wibowo

Presiden Tiongkok Xi Jinping (CMG)
Beijing, Radio Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, memuji Tiongkok dan Gambia sebagai sahabat dan mitra yang baik dalam jalur pembangunan masing-masing saat bertemu dengan mitranya dari Gambia, Adama Barrow, di Beijing pada hari Jum'at (6/9).
Barrow berada di ibu kota Tiongkok untuk menghadiri KTT Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika 2024 atau Forum on China-Africa Cooperation (FOCAC), yang berlangsung dari Rabu (4/9) hingga Jum'at (6/9).
Selama pertemuan tersebut, kedua pemimpin mengumumkan peningkatan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis.
Dengan memperhatikan bahwa Barrow sebelumnya menghadiri KTT FOCAC 2018 di Beijing, Xi mengatakan bahwa hubungan Tiongkok-Gambia telah mengalami kemajuan positif dalam beberapa tahun terakhir, dan menyerukan kedua negara untuk bersama-sama memajukan inisiatif mereka secara mantap dan efektif dalam kerangka FOCAC.
"Sejak pertemuan terakhir kita, negara kita telah memperkuat rasa saling percaya politik dan terus memajukan kerja sama praktis, menjadi sahabat dan mitra baik dalam jalur menuju pembangunan dan revitalisasi. Kami siap bekerja sama dengan Anda untuk memajukan inisiatif kita secara mantap dan efektif dalam kerangka FOCAC, memberikan manfaat yang lebih besar bagi rakyat kita," kata Xi.
Sementara itu, Barrow berterima kasih kepada Xi atas undangannya ke KTT FOCAC dan mengatakan bahwa ia berharap dapat memperdalam hubungan bilateral antara kedua belah pihak.
"Saya ingin mengatakan bahwa Beijing tetap menjadi kota yang menarik sejak kunjungan terakhir saya. Gambia dan Tiongkok memiliki ikatan persahabatan yang kuat, yang terus tumbuh lebih kuat, dan partisipasi saya dalam KTT FOCAC 2024 semakin memperkuat hubungan kita yang sudah ada," katanya.
KTT FOCAC merupakan acara diplomatik terbesar yang diselenggarakan oleh Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, dengan jumlah kehadiran pemimpin asing terbanyak.
Bertema "Bergandengan Tangan untuk Memajukan Modernisasi dan Membangun Komunitas Tiongkok-Afrika Tingkat Tinggi dengan Masa Depan Bersama", acara tiga hari tersebut bertujuan untuk memperkuat persahabatan dan menguraikan kerja sama masa depan antara kedua belah pihak.
Komentar
Berita Lainnya
Politisi Jerman Kritik Parlemen Eropa karena Tetap Operasikan Dua Kompleksnya di Tengah Krisis Energi International
Jumat, 7 Oktober 2022 8:37:55 WIB

Patung Kepala Naga dari Batu Pasir Berusia Ratusan Tahun Ditemukan di Taman Angkor Kamboja International
Jumat, 7 Oktober 2022 16:2:20 WIB

Tiga Ekonom Internasional Raih Hadiah Nobel Ekonomi 2022 International
Selasa, 11 Oktober 2022 12:41:19 WIB

Peng Liyuan serukan upaya global untuk meningkatkan pendidikan bagi anak perempuan International
Rabu, 12 Oktober 2022 8:34:27 WIB

Sekjen PBB Serukan Cakupan Sistem Peringatan Dini Universal untuk Bencana Iklim International
Sabtu, 15 Oktober 2022 8:59:46 WIB

Jokowi Puji Kepemimpinan Xi Jinping: Dekat dengan Rakyat, Memahami Betul Masalah yang Dihadapi Rakyat International
Senin, 17 Oktober 2022 13:29:21 WIB

Forum Pangan Dunia ke-2 Dibuka di Roma International
Selasa, 18 Oktober 2022 23:8:41 WIB

Australia Janji Pasok Senjata Buat Indonesia International
Jumat, 21 Oktober 2022 9:11:43 WIB

AS Pertimbangkan Produksi Senjata Bersama Taiwan International
Sabtu, 22 Oktober 2022 9:6:52 WIB

Pemimpin Sayap Kanan Giorgia Meloni Jadi PM Wanita Pertama Italia International
Sabtu, 22 Oktober 2022 11:57:58 WIB

Krisis Di Inggris Membuat Jutaan Warga Sengaja Tidak Makan Biar Hemat International
Minggu, 23 Oktober 2022 7:54:8 WIB

Gunung Kilimanjaro di Tanzania Dilanda Kebakaran International
Minggu, 23 Oktober 2022 15:24:53 WIB

Para Pemimpin Negara Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Kembali Xi Jinping International
Senin, 24 Oktober 2022 11:47:39 WIB

Menlu ASEAN Akan Gelar Pertemuan Khusus di Indonesia Bahas Myanmar International
Senin, 24 Oktober 2022 16:57:17 WIB

Konser di Myanmar Berubah Menjadi Horor Saat Serangan Udara Militer Tewaskan Sedikitnya 60 Orang International
Selasa, 25 Oktober 2022 10:2:29 WIB
