Selasa, 24 September 2024 10:44:59 WIB
Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Tiongkok dan Swiss Diperbarui
International
Endro

Menteri Ekonomi Swiss Guy Parmelin memulai negosiasi untuk "mengoptimalkan" perjanjian perdagangan bebas dengan China pada hari Senin. Menurut sebuah posting di X, Parmelin mengadakan pertemuan virtual dengan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao.
BEIJING, Radio Bharata Online - Tiongkok dan Swiss pada hari Senin memulai negosiasi, tentang peningkatan perjanjian perdagangan bebas (FTA) Tiongkok-Swiss. Kedua negara sepakat untuk mengintensifkan konsultasi dan mencapai perjanjian tingkat tinggi sesegera mungkin, atas dasar saling menguntungkan.
Kementerian Perdagangan Tiongkok dalam sebuah pernyataan menyebutkan, bahwa Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao bersama Guy Parmelin, anggota dewan federal Swiss dan kepala Departemen Urusan Ekonomi, Pendidikan, dan Penelitian Federal Swiss, mengumumkan peluncuran pembicaraan melalui siaran langsung.
Wang mengatakan bahwa sejak mulai berlaku 10 tahun lalu, FTA Tiongkok-Swiss telah memainkan peran positif dalam mendorong pertumbuhan perdagangan bilateral, dan perusahaan-perusahaan di kedua negara benar-benar memperoleh manfaat.
Peningkatan FTA akan membantu memperluas perdagangan bilateral, dan mendorong investasi dua arah, serta mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara. Hal itu juga akan menunjukkan dukungan kedua negara terhadap perdagangan bebas, dan keterbukaan terhadap dunia luar di saat globalisasi ekonomi menghadapi hambatan.
Guy Parmelin mengatakan, bahwa dengan meningkatnya proteksionisme perdagangan secara global, sangat penting bagi Tiongkok dan Swiss untuk meluncurkan negosiasi peningkatan FTA mereka. Hal itu menunjukkan bahwa kedua negara selalu sepakat untuk membangun lingkungan yang terbuka dan terstandarisasi, untuk kerja sama ekonomi dan perdagangan internasional, dan telah mengirimkan sinyal positif kepada dunia luar, bahwa kedua negara akan memperdalam kerja sama. (Xinhua)
Komentar
Berita Lainnya
Politisi Jerman Kritik Parlemen Eropa karena Tetap Operasikan Dua Kompleksnya di Tengah Krisis Energi International
Jumat, 7 Oktober 2022 8:37:55 WIB

Patung Kepala Naga dari Batu Pasir Berusia Ratusan Tahun Ditemukan di Taman Angkor Kamboja International
Jumat, 7 Oktober 2022 16:2:20 WIB

Tiga Ekonom Internasional Raih Hadiah Nobel Ekonomi 2022 International
Selasa, 11 Oktober 2022 12:41:19 WIB

Peng Liyuan serukan upaya global untuk meningkatkan pendidikan bagi anak perempuan International
Rabu, 12 Oktober 2022 8:34:27 WIB

Sekjen PBB Serukan Cakupan Sistem Peringatan Dini Universal untuk Bencana Iklim International
Sabtu, 15 Oktober 2022 8:59:46 WIB

Jokowi Puji Kepemimpinan Xi Jinping: Dekat dengan Rakyat, Memahami Betul Masalah yang Dihadapi Rakyat International
Senin, 17 Oktober 2022 13:29:21 WIB

Forum Pangan Dunia ke-2 Dibuka di Roma International
Selasa, 18 Oktober 2022 23:8:41 WIB

Australia Janji Pasok Senjata Buat Indonesia International
Jumat, 21 Oktober 2022 9:11:43 WIB

AS Pertimbangkan Produksi Senjata Bersama Taiwan International
Sabtu, 22 Oktober 2022 9:6:52 WIB

Pemimpin Sayap Kanan Giorgia Meloni Jadi PM Wanita Pertama Italia International
Sabtu, 22 Oktober 2022 11:57:58 WIB

Krisis Di Inggris Membuat Jutaan Warga Sengaja Tidak Makan Biar Hemat International
Minggu, 23 Oktober 2022 7:54:8 WIB

Gunung Kilimanjaro di Tanzania Dilanda Kebakaran International
Minggu, 23 Oktober 2022 15:24:53 WIB

Para Pemimpin Negara Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Kembali Xi Jinping International
Senin, 24 Oktober 2022 11:47:39 WIB

Menlu ASEAN Akan Gelar Pertemuan Khusus di Indonesia Bahas Myanmar International
Senin, 24 Oktober 2022 16:57:17 WIB

Konser di Myanmar Berubah Menjadi Horor Saat Serangan Udara Militer Tewaskan Sedikitnya 60 Orang International
Selasa, 25 Oktober 2022 10:2:29 WIB
